Mengenal Teori ANSVA Dalam Menulis Tajuk Rencana

Apa kabar ghost writer Indonesia? Tajuk rencana merupakan karya jurnalistik. Sebagai karya jurnalistik, tajuk rencana sangat tergantung pada dimensi ruang dan waktu. Artinya tajuk rencana harus dibuat dan selesai dalam tempo singkat tetapi harus tetap akurat datanya dan tajam analisisnya.

Apa kabar penulis lepas, freelancer writer, ghost writer dan pekerja penulis lainnya? Jumpa lagi dengan tips dan trik menulis dari JasaArtikel.Com. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas Teori ANSVA yang digunakan dalam menulis artikel Tajuk Rencana. Apakah Teori ANSVA? Mari kita bahas topik ini.Mengenal Teori ANSVA Dalam Menulis Tajuk Rencana

Selain harus akurat dan tajam, ruang yang disediakan untuk publikasi tajuk rencana pada setiap edisi penerbitan surat kabar juga tetap, tidak berubah-ubah. Tajuk rencana memang merupakan salah satu karya jurnalistik yang sangat terukur dilihat dari segi proses pekerjaan, ruang, dan waktu pemuatannya. Hal ini sungguh berbeda dengan menulis artikel blog uang lebih fleksibel dalam hal publikasi.

Untuk itu diperlukan kemampuan menyusun pesan yang baik dalam tajuk rencana dengan menghubungkan tiga pendekatan: ilmu, seni, dan keterampilan. Bagaimana pendekatan tersebut dijalankan dalam menulis artikel tajuk rencana? Ilmu diperlukan dengan cara dipelajari, seni didapat dengan cara dijiwai, dan keterampilan didapat dengan cara dilatih terus-menerus.

Menyusun Tajuk Rencana Dengan Teori ANSVA

Menyusun pesan tajuk rencana yang baik dan menarik dapat dilakukan dengan cara merujuk kepada teori ANSVA dari Alan H. Monroe. Menurut Monroe dalam Raymond S. Ross, dalam Persuasion: Communication and Interpersonal Relations (1974:185), terdapat lima tahap urutan motif yang sesuai dengan cara berpikir manusia dalam formula ANSVA.

Lima faktor ANSVA adalah Attention (perhatian), Need (kebutuhan), Satisfaction (pemuasan), Visualization (visualisasi), dan Action (tindakan). Lima hal tersebut menjadi urut-urutan langkah menulis artikel tajuk rencana yang baik. Penjelasan Teori ANSVA adalah sebagai berikut.

Yang pertama-tama harus dilakukan oleh penulis adalah menimbulkan perhatian khalayak pembaca. Selanjutnya ia harus merasakan kebutuhan tertentu. Ia harus diberi petunjuk bagaimana cara memuaskan kebutuhan tersebut. Berikutnya, ia harus dapat menggambarkan dalam pikirannya penerapan usul yang dianjurkan kepadanya. Akhirnya, penulis harus tegas memberikan saran tindakan.

Bila kita perhatikan dengan cermat, penerapan Teori ANSVA bisa juga dijalankan dalam aktifitas menulis artikel blog. Interaksi antara narablog dan pembaca melibatkan proses menarik perhatian, meniciptakan kebutuhan untuk menambah pengetahuan blogging, mencari cara memuaskan kebutuhan tersebut, membuat visualisasi, dan melakukan tindakan nyata dalam menulis artikel blog.

Mudah-mudahan tips menulis menggunakan teori ANSVA ini bisa berguna bagi para penulis dalam menulis artikel tajuk rencana. Bagi teman-teman blogger juga nggak ada salahnya kalau mempraktekkan Teori ANSVA ini. Ayo budayakan menulis!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *